Wednesday, December 19, 2012

Kemampuan membuat prototype

kemampuan membuat prototype adalah salah satu elemen industri. prototype itu contoh pertama produk, untuk sebagai perwujudan ide produk. Dari prototype, lebih bisa dipastikan, apakah konsep produk itu bisa diterapkan, bagaimana biayanya, adakah biaya yang tak terduga. Suatu konsep yang terkesan masuk akal, bisa aja akan mengalami kesulitan untuk diterapkan.

Nah soal, membuat prototype produk, ada ungkapan, jika ada mobil lewat, dan mobil itu membawa desain mebel berukir. Dan seorang tukang menyaksikan desain itu secara sekilas, maka tukang itu mampu meniru desain tersebut secara persis.

Ungkapan di atas memang memperlihatkan betapa hebatnya kemampuan meniru dari para pengukir Jepara. Seberapa jauh ungkapan itu benar ataukah sekadar mbelgedezbenz?

Motif Ukir Jepara
Yang benar adalah ungkapan tersebut memperlihatkan kemampuan  membuat prototype ini adalah prototype dalam meniru. Kalau anda bertanya, prototype kok meniru. Itu bukan protype. Ya, berarti memang jarang sekali desainer yang membuat kreasi baru. Bukan tidak ada lho. Pak Suhud membuat kursi Yuyu, itu buatan aseli pak Suhud Jepara lho. Terus, motif ukiran Jepara itu  juga asli buatan Jepara. Ada lagi kursi kartini.

Kembali ke pertanyaan semula, apakah tukang jepara bisa meniru secara persis dari penglihatan sekilas. Menurut saya, itu ungkapan hiperbolik yang dilebih-lebihkan. Karena itu kalau anda seorang pembeli, jangan pakai ungkapan itu sebagai pedoman. Bahwa tukang Jepara bisa meniru dari penglihatan sekilas, itu ya. Bahwa mereka bisa juga membuat ukuran paling sesuai untuk mebel yang  dia lihat secara sekilas. Itu juga iya. Bahwa kemampuan ini mengagumkan. Betul. Tapi kalau anda membutuhkan ketepatan presisi ukuran, anda perlu membekali tukang kayu Jepara dengan data tentang ukuran.

Dia juga bisa meniru apa ukiran dari mebel yang dia lihat secara sekilas. Tapi peluang untuk melenceng tetap besar.  Memang mirip, tapi ada selisih perbedaan. Kalau anda mementingkan ketepatan ukiran, bahwa ukiran itu harus disesuaikan dengan langgam di negara atau daerah anda, anda perlu membekali tukang kayu itu dengan gambar ukiran secara detail.

Tuesday, December 18, 2012

Roadmap Furniture Indonesia

Ferizal Ramli    menulis di grup facebook API Perubahan tentang roadmap industri. Tidak khusus bicara mebel. Tetapi bisa juga diterapkan untuk furniture. 

Ada 5 hal terkait saat bicara road map industri...

1. Kemampuan membuat prototype produk, misal buat mobnas
2. Kemampuan membuat industri, misal industri otomotif
3. Kemampuan membuat cluster industri, misal berbagai industri komponen otomotif

4. Kemampuan membangun infrastruktur pendukung industri, misal industri pembangkit energi seperti listrik sehingga proses produksi tidak terganggu, dsb termasuk perbankan mendukung pembiayaan sehingga ada kredit penjualan misalkan yang membuat konsumen bisa beli.
5. Kemampuan membangun sistem logistik sehingga distribusi barang dan jasa dari mulai supplier sampai dengan konsumer akhir tidak high cost!

Jadi membuat 1 industri kompetitif diperlukan 5 aspek kronologis tadi.
Point 1-3 strateginya menyakut industri apa yang dikembangkan dan bagaimana caranya.
Point 4-5 menyangkut bagaimana membangun instrument pendukung berkembangnya industri secara keseluruhan.


(kutipan selesai)

Kalau hendak diterapkan pada furniture, kerangka itu bisa dipake juga... cuma bedanya dengan misalnya mobnas, furniture berusia lebih tua dan sudah terbentuk. Kementrian Perindustrian juga sudah membuat roadmap tentang furniture ini. Furniture di mata kementrian ini masuk kelompok industri agro. Itu roadmap resmi.  Klik sini untuk lebih jauh: klik... atau anda bisa lihat dokumennya di sini http://mebelwow.blogspot.com/2012/12/dokumen-road-map-furniture-indonesia.html
  • Kemampuan membuat prototype: udah bisa. Cuma seberapa jauh... itu perlu dielaborasi lebih jauh. kalau melihat sejarah desain furniture dunia, pengukir jepara bisa juga membuat aneka macam furniture mulai dari gaya firaun sampai gaya kontemporer. yang tidak bisa dibuat adalah furniture dengan teknologi baru seperti bent wood, penggunaan besi, plastik. Kalaupun bisa, hal ini belum ekonomis.
  • Kemampuan membuat industri. sudah ada toh... Jepara ada 12 ribu home industri. Di semarang ada beberapa pabrik mebel berbasis mesin. Di cirebon sudah terbentuk industri rotan.Seberapa jauh industri ini terbentuk? Kualitas apa yang sudah tercapai? yang belum tercapai apa? Nanti saya akan elaborasi lebih lanjut.
  • kemampuan membuat klaster. industri pendukung: lem, kuningan Juwana, bahan finishing Propan, penggergajian, dst...apakah sudah komplit? apa yang kurang? apakah efisien? adakah kemahiran yang menunjang tetapi kurang berkembang karena kurang dihargai? 
  • Infrastruktur pendukung industri: listrik, shipping. Shipping, kayaknya baru shipping ke luar negeri. Shipping antar pulau tidak pakai ship, tapi truk - yang kirimnya lama, biayanya juga mahal.